Pesan & Petuah
IKOPIN, Dulu, Kini dan yang Akan datang
Tulisan Pantun J. Sihombing (Pantun Angin) tentang perkembangan IKOPIN patut saya banggakan, jarang generasi papan tengah, kenapa saya menggambarkan Pantun sebagai generasi papan tengah. Untuk saat ini generasi 90 an adalah penghubung generasi angkot (angkatan kolot-versi kang Soni Sonara dan Mas Kuswanta ) dengan generasi milenial angkatan 2000 sampe 2020. Kita berharap muncul sosok pantun pantun lain yang masih memberikan perhatian terhadap IKOPIN dengan mengangkat thema tersebut sebagai diskursus untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita tentang perkembangan IKOPIN.Apa yang digambarkan Pantun berdasarkan suatu teori tentang marketing produk, yang dimulai dari introduction, growth, maturity dan decline. Pada kasus perkembangan maju mundurnya IKOPIN terutama penerimaan mahasiswanya tidak sama persis dengan yang dijelaskan Pantun tentang perkembangan IKOPIN.Saya akan menggambarkan perkembangan IKOPIN mulai dari sejarah berdirinya IKOPIN, masa jaya IKOPIN, masa penurunan mahasiswa, masa recovery, bangkit dari keterpurukan serta IKOPIN pada masa yang akan datang.I. Sejarah Berdirinya IKOPINPernyataan Mohammad Hatta pada peringatan hari Koperasi tanggal 12 Juli tahun 1964 di Bandung, "Bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan rakyat dari belenggu kemiskinan ialah dengan memajukan koperasi". Pernyataan Moh Hatta ini disampaikan pada peresmian Akop 12 Juli. Pendirian Akop telah lama disampaikan pada kongres Gerakan Koperasi Indonesia (Gerkopin) pertama tahun 1947 di Tasikmalaya, dan dipertegas pada Kongres Gerkopin kedua, tahun 1953 di Bandung. Pendirian Akop 12 Juli ini adalah yang kedua karena pada tahun 1962 telah didirikan Akop Ujung Pandang oleh pengurus Gerkopin melalui surat Gubernur Sulawesi Selatan no 2116A/1962 tanggal 20 Agustus 1962 dan surat keputuaan Menteri Koperasi no 69 tahun 1962.Pada waktu itu, perguruan tinggi di Bandung belum menjamur seperti saat ini, ITB yang awalnya Technische Hoogeschool te Bandung, kemudian berubah beberapa nama sampai menjadi bagian dari UI, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam tahun 1950-1959, baru pada tahun 1959 berubah menjadi Institut Teknologi Bandung. Kemudian UNPAD pada tahun 1957 dan IKIP Bandung, 1963.Pendirian Akop mempunyai daya tarik tersendiri, karena secara khusus bukan hanya membahas ekonomi semata melainkan kekhususan tentang koperasi. Ini direspon positif kaum muda dan karyawan badan usaha koperasi.Kemudian pergolakan politik pasca Gerakan Seprember Tigapuluh (Gestapu) yang menyebabkan pemerintah terkonsentrasi melakukan stabilitas politik. Koperasi saat itu dipandang sebagai gadis seksi untuk dijadikan alat perjuangan politik bagi partai politik dan kelompok tertentu. Ini berlangsung dari tahun 1966-1976, sehingga koperasi mengalami kemunduran dan krisis kepercayaan dari masyarakat. Maka imbasnya pada minat untuk menyekolahkan anakya ke Akop menjadi berkurang dan sepi peminat.Pada tahun 1977 kepercayaan masyarakat mulai pulih seiring kondisi politik yang kondusif dan perekonomian mulai bergeliat. Pada tahun 1979 kegiatan Akop berjalan relatif normal, muncul gagaaan dari Ketua Yayasan Badan Pembina Akop 12 Juli R.H.A. Hirawan Wargahadibraya, B.Sc untuk meningkatkan status Akademi menjadi Universitas atau Institut.Kemudian tanggal 12 Juli 1981 disepakati dari Akademi ditingkatkan menjadi Institut Koperasi Indonesia antara Bustanil Arifin selaku Menteri Muda Koperasi dengan pimpinan AKOP 12 Juli.II. Masa Jaya IKOPINUntuk memudahkan ilustrasi perkembangan masa jaya IKOPIN, saya akan menganalogikan kolam dan ikan. Ikan merupakan mahasiswa IKOPIN dan kolam adalah lapangan kerja dan kebijakan pemerintah.Masa Jaya IKOPIN ini terjadi pada periode tahun 1982-1999 dimana rektornya Prof Herman Soewardi yang menjabat dari tahun 1983-1991 dan Prof Yuyun Wirasasmita menjabat dari tahun 1991-1999.2.1. KolamBagaimana pada periode tersebut kebijakan pemerintah terhadap perkembangan koperasi ??? yang saya gambarkan sebagai kolam.Berdirinya IKOPIN di areal 30 Ha lebih dengan kampus yang asri merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah melalui Kabulog/Menteri Muda Koperasi, dimana setiap kilogram kedelai disisihkan untuk membangun kampus ini. Begitupun kebijakan membangun seluruh KUD disetiap kecamatan sebagai lokomotif ekonomi pedesaan, KUT untuk modal para petani, dana CSR 5% dari laba BUMN untuk koperasi dan UKM, peresmian Kampus IKOPIN oleh Presiden Soeharto tahun 1984 yang memberikan dampak publikasi begitu besar, sehingga mendorong animo orang tua untuk menyekokahkan anak-ananya ke IKOPIN. Lalu ada program rekruitasi dan penempatan sarjana IKOPIN di dua propinsi, yaitu NTT dan Jawa Barat, yaitu Gubernur NTT H. Fernandez dan Gubernur Jawa Barat H.R. Yogi S. Memet, pada tanggal 25 Maret 1989 menerima sarjana pendamping yang diserahkan oleh Wapres Soedharmono mewakili gerakan koperasi Indonesia untuk pengembangan KUD Mandiri di Indonesia.Kemudian banyak disusul program program pemerintah dalam penempatan alumni IKOPIN, seperti pendampingan sarjana pada pengembangan KUD Model dengan komoditas cengkeh di Kalimantan. Rekruitasi pegawai negeri yang diawali dari Fakultas Sumber Daya Manusia pada tahun 1993 untuk seluruh Kabupaten/Kota seluruh propinsi Jawa Barat. Penempatan sarjana di koperasi karyawan, gerakan koperasi, koperasi sekunder dan induk koperasi.2.2. IkanBagaiaman dengan mahasiswa IKOPIN yang saya gambarkan sebagai Ikan. Berdirinya kampus nan megah di Jatinangor dan kebijakan pemerintah yang mendukung koperasi, menjadi daya tarik tersendiri, bagi calon mahasiswa IKOPIN, kalau diasumsikan setiap periode penerimaan ada tiga fakultas dan setiap fakultas dua jurusan pada setiap jurusan ada dua kelas dan setiap kelas rata rata jumlahnya 50 mahasiswa. Bisa kita hitung setiap tahun IKOPIN menerima paling tidak 600 mahasiswa. Jumlah ini sudah melalui proses seleksi karena banyak pula yang tidak diterima masuk IKOPIN.Kemudian adanya beasiswa bagi anak pengrajin tempe melelui KOPTI disetiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia, mempunyai multiplayer efek pada calon mahasiawa lain, untuk belajar di IKOPIN dengan pengaruh budaya getok tularnya di daerah. Sebaran penerima beasiswa KOPTI ini bukan hanya dari pulau Jawa melainkan dari beberapa daerah lain di Indonesia.Perkembangan koperasi yang baik memberikan harapan yang besar bagi calon mahasiswa IKOPIN dengan harapan yang beragam, ada yang ingin jadi pegawai negeri di departemen atau dinas koperasi, manajer KUD,di koperasi sekunder ataupun di tempat lain yang dia inginkan.Organisasi kedaerahan yang didirikanpun punya sumbangsih besar. Selain PERMAKOPIN (organisasi mahasiawa penerima beasiswa KOPTI) ada organisasi ke daerahan semisal Masose mahasiswa asal makasar/sulawesi, SPAMI dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, WBC Wadah Bocah Cirebon, kemudian mahasiswa asal Banten, Medan, Padang dan banyak lagi.Organisasi ke daerahan ini sangat berperan dalam proses rekruitasi mahasiswa IKOPIN, dengan adanya jaminan dari seniornya, banyak juniornya kuliah di kampus seribu tangga.III. Masa Penurunan.Pada saat resesi tahun 1999, pimpinan IKOPIN berganti dari Porf Yuyun Wirasasmita pada Prof Tupahwana Priatna Senjaya (199-2003). Pa Entuh biasa dipanggil, adalah rektor yang mengalami ujian terberat sebagai rekror, kita bersukur beliau mau menakodai IKOPIN.Resesi menyebabkan ekonomi terpuruk, inlflasi tinggi dan daya beli masyarakat melemah. Kemudian reformasipun dimulai, termasuk dalam bidang pendidikan khususnya pendirian perguruan tinggi swasta dan dibukanya prodi fakultas ekonomi di daerah yang selama ini menjadi sumber atau kantong mahasiswa IKOPIN. Seperti wilayah priangan ada Unsil yang mulai merintis Prodi Ekonomi dan Manajemen, di Cirebon ada Unswagati, UNTAG, Akademi manajemen dan sekretaris, UNIKU di Kuningan. Dan banyak bermunculan perguruan tinnggi ataupun akademi di seluruh Indonesia.Orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di kampus terdekat dengan berbagai pertimbangan salah satunya prinsip keekonomian.Pada sisi lain pertumbuhan wilayah Jatinangor menjadi -kota kampus-. Banyak investor yang mendirikan atau membeli kos kosan. Para investor membeli kos kosan tujuan utamanya adalah investasi, maka pengaruh resesi tidak serta merta menurunkan harga kos kosan, inipun menaikan biaya hidup di Jatinangor, yang menjadi pertimbangan orang tua menyekolahkan anaknya di IKOPIN.Kemudian sumbangsih oraganisasi ke daerahan yang didirikan oleh mahasiawa IKOPIN menjadi kurang berfungsi, keluarga dan saudaranya yang selama bersemangat untuk kuliah di IKOPIN lebih memilih kuliah di daerah. Berdiirinya prodi syariah di IAIN Cirebon, Semarang, Makasar dan daerah lain makin diminati, orang tua makin realistis.Jumlah mahasiswa IKOPIN terjun bebas, IKOPIN berjuang sendiri tanpa keberpihakan dari pemerintah. Pemerintahpun sibuk dengan kebijakan pemulihan sektor ekonomi.Pimpinan IKOPIN melakukan berbagai upaya salah satunya dengan kerjasama yang disodorkan IKOPIN pada pemerintah daerah untuk penerimaan mahasiswa baru, tapi hasilnya belum mengangkat keterpurukan ini. Kemudian dijajaki pula kerjasama dengan PT. Freeport untuk rekrutasi mahasiswa asal papua yang dimulai pendampingan dosen IKOPIN yang ditempatkan di wikayah kerja PT. Freeport.Penurunan mahasiswa IKOPIN tidak sendiri, di Bandung ada UNINUS yang terlebih dahulu sesak nafas, ditambah lagi UNPAD membuka program PAAP, ini meluluhlantakan rencana penerimaan mahasiswa fakultas ekonomi perguruan tinggi lain maupun IKOPIN saat itu.IV. Masa RecoveryMelihat penurunan yang sangat besar, Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) mulai mencoba formula untuk mengatasi masalah ini. Menaikkan pendapatan dari penerimaan sulit diperoleh, maka diluncurkan program - lay off-. Program ini bertujuan memberikan postur ideal agar IKOPIN tetap eksis, maka pengeluaran yang tidak sebanding dengan penerimaan menyodorkan pensiun dini bagi dosen dan karyawan. Engkos Achmad Kuncoro yang di dapuk sebagai rektor dari tahun 2003-2006 yang menggantikan Prof Tupahwana, akan mengeksekusi program tersebut.Program tersebut pil pahit yang diterima dosen dan karyawan, tapi bagi rektor pun sangat berat hati, karena Engkos sangat mengenal dan dekat para dosen dan karyawan yang masuk program lay off tersebut.Rektor melalui wakil rektor bidang kerja sama mengajukan proposal ke pemerintah melalui DEKOPIN, berupa beasiswa bagi calon mahasiswa IKOPIN, belum sempat cair pada era Engkos, sudah digantikan oleh pejabat sementara rektor H. Dindin Burhanudin MSc. dari tahun 2006-2007.V. Bangkit dari KeterpurukanDuet maut Yuzri Suhud MAp sebagai Sekjen Dekopin dan DR. Indra Fahmi yang mewakili IKOPIN berhasil mengawal proses program beasiswa dari APBN melalui DEKOPIN, ini memberikan semangat bagi Prof Rully Indrawan yang menjabat rektor dari tahun 2007-2011. Beasiswa dari DEKOPIN bukan hanya sekali, dan menjadikan triger untuk rekruitasi mahasiswa bukan dari jalur mahasiswa. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil ada tren kenaikan jumlah mahasiswa.Pengalaman mengelola APBN melalui DEKOPIN memberikan kepercayaan pemerintah melalui lobi yang dilakukan IKOPIN berhasil menambah program beasiswa dari APBN melalui Kementrian Koperasi. Maka jumlah mahasiswa IKOPIN mulai bertambah dan kampus IKOPIN kembali bergeliat.Menjelang akhir jabatan Prof Rully IKOPIN sudah tidak menerima program beasiswa lagi dari pemerintah.Beruntunglah IKOPIN menpunyai rektor baru yang mempunyai daya jual personal tinggi DR. Ir. (HC) Burhanuddin Abdullah MA menjadi Rektor dari tahun 2011-2016 dan diperpanjang 2016-2021.Burhanuddin Abdullah mantan Menko Ekuin dan mantan Gubernur BI sangat layak jual, beberapa lembaga perbankan, jasa keuangan dan lembaga lain memberikan beasiswa atas koneksi dari Burhanuddin Abdullah. Banyaknya beasiswa dari berbagai lembaga memberikan warna pada kampus IKOPIN dan penerimaan mahasiswa dari jalur umum.Pada penghujung kepemimpinan Burhanudin Abdullah Indonesia dilanda pandemi, ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan imbasnya adalah program beasiswa maupun mahasiswa dari jalur umum.VI. IKOPIN pada masa mendatang.Paling tidak tiga yang mempengaruhi IKOPIN pada masa mendatang,Pertama keberpihakan pemerintah, kondisi internal IKOPIN dan kekuatan alumni dengan IKA nya.6.1. Keperpihakan Perintah.Pemerintah akan terkosentrasi menangani pandemi entah sampe kapan akan berakhir, dan membutuhkan dana untuk pemulihan ekonomi dalam jangka panjang, maka menjadikan IKOPIN sebagai perguruan tinggi negeri menjadi tidak seksi.Pada sisi lain sumbangsih koperasi pada PDP masih jauh di bawah swasta dan BUMN. Pemerintah akan realistis menggenjot sektor dengan sumbangsih tinggi pada pertumbuhan ekonomi. Berharap keajaiban saja apabila koperasi dan IKOPIN mendapatkan perhatian sama pada masa awal kampus ini berdiri. Dan kondisi saat ini yang makin sulit bagi koperasi harusnya perhatiannya jauh melebihi saat Orde Baru.6.2. Internal IKOPINKondisi internal IKOPIN dimana overhead cost makin tinggi seperti biaya perawatan gedung, mobil, peralatan kantor, pajak dan gaji, sedangkan penerimaan masih kejar tayang menutup pengeluaran.Dosen IKOPIN yang akan memasuki masa pensiun sudah harus ada proses regenerasi, pergantian dosen bukan hanya persoalan biaya melainkan masalah ruh dan pengalaman mengajar dalam bidang koperasi.Kemudian Rektor IKOPIN akan habis pada bulan September ini, apakah pa Burhan akan melanjutkan menjadi periode ketiga ???Sementara ini ketokohan dan magnet pa Burhan belum ada tokoh lain yang setara dan berminat jadi Rektor IKOPIN.6.3. Peran IKA dan alumni.Pada saat pemerintah kendor perhatiannya pada koperasi dan IKOPIN kemudian kampus perlu perhatian dari alumni, lalu apa peran yang diharapkan untuk membantu agar IKOPIN bangkit kembali.Pertama membantu rekrutasi mahasiswa IKOPIN melalui DPD yang sudah terbentuk, bisa dengan pemberian beasiswa ataupun jalur umum. Kalau DPD bergerak maka dan di support DPP paling tidak ada sumbangaih buat penerimaan mahasiswa baru dari IKOPIN.Kedua membantu biaya operaaional dan dana abadi IKOPIN. Jumlah alumni sudah di atas 13 ribu, maka apabila 5.000 alumni dapam tiap bulan menyisihkan donasi sebesar rp 10.000,- maka akan terkumpul dalam tiap bulan rp. 50 juta. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan tapi dalam jangka panjang bisa membantu keberadaan kampus kita tercinta.Kita semua bermimpi alumni jaya dan IKOPIN bangkit.Cirebon, 16 Agustus 2021.Sambil nunggu antrian dokter di RS Mitra Plumbon.
Baca Selengkapnya