Sinergi
Alumni Ikopin University.

Wadah kolaborasi keluarga besar Alumni Ikopin University untuk membangun ekonomi konstitusi.

Gabung Yuk..! Gabung Alumni

15.000+

Alumni Terdaftar

34

Provinsi (DPD/DPC)

Rp 2.5M+

Dana Sosial

Profile Alumni

Salam soliditas! Alumni Ikopin bersatu untuk meningkatkan daya saing anggota dan memajukan gerakan koperasi di Indonesia.
— DR. Ekos Albar, SE., MM.
Komisaris Independen ITDC, Ketua Umum DPP IKA Ikopin 2025-2029
Pengurus periode 2025-2029 menekankan semangat kebersamaan dan kolaborasi antar angkatan untuk melanjutkan peran strategis organisasi IKA Ikopin University.
— Herman Susilo, SE.
Bendahara Umum DPP IKA Ikopin 2025-2029

Berita Terbaru

Semua Berita
Seputar Alumni 10 April 2026
Ketua Dewan Penasehat IKA Ikopin bertemu Menkop RI di Mimika
Oleh: Ahmad Nana Sobana, SE
 TIMIKA, PAPUA – Ketua Dewan Penasehat IKA Ikopin, Drs. Tanzil Azharie, melakukan pertemuan k...
Selengkapnya
Seputar Alumni 07 April 2026
Kolaborasi Strategis : Mewujudkan Big Data Alumni Ikopin University
Oleh: Ahmad Nana Sobana, SE
 Impian besar untuk memiliki basis data alumni yang kuat dan terintegrasi  telah ada sejak...
Selengkapnya
Seputar Alumni 02 April 2026
Halal Bihalal DPD AICI & Koperasi Mitra Jaya Mandiri
Oleh: Gunarno, SE., M.Kom.
Silaturahmi Hangat Alumni IKOPIN Ciayumajakuning & Pra RAT Koperasi MJMCIREBON – Semangat keke...
Selengkapnya

Agenda Mendatang

Rapat Evaluasi Progran Kerja Triwulan I & Launching Platform Digital
09 May 2026 Detail
Daftar Agenda Alumni

Aksi Sosial

Santunan Anak Yatim
Rp 0 Donasi
Donasi Bencana Alam Bandung
Rp 5.000.000 Donasi
Daftar Aksi Donasi

Kesan & Pesan Alumni

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Selamat dan sukses buat IKA Ikopin University khususnya pengurus DPP IKA Ikopin yang sudah melaunching Wesbsite Alumni ikopin. Tentu kita sambut gembira adanya website yang telah mampu menjangkau semua alumni Ikopin dimanapun berada . Website ini akan sangat berguna jika semua stakeholder yang ada saling mendukung dan memberikan kontribusi dalam kelangsungan website IKA Ikopin. Kiranya jejaring alumni baik domisili, pekerjaan, dan peluang peluang bisnis dapat tersajikan melalu media website Ika Ikopin ini.
Terimakasih untuk segenap Pengurus DPP IKA Ikopin dibawah kepemimpinan Kakanda Dr. Ekos Akbar yang telah memediasi semua alumni, Kampus Ikopin dan Pemerintah RI dalam mengembangkan perkoperasi dan peran alumni yang akan terus digandeng bersama.
 

Sukses dan semakin Maju Ika Ikopin.
Salam Koperasi
Bravo Ika Ikopin

FIRMAN UBAIDILLAH
KETUA IKA IKOPIN 2013- 2017 | FMS/angkatan 95/MSDM.
ANGKATAN 1995

Sebagai mantum IKA IKOPIN menyambut gembira dalam hal pendataan alumni IKOPIN kedalam sebuah Big Data.

Karena sampai kepada masa kepengurusan kami dan selepasnya, persoalan pendataan alumni dalam sebuah data base yg bahasa kerennya kita sebut Big Data belum pernah tuntas.

Melalui Big data alumni IKOPIN,  kita dapatkan kumpulan informasi terstruktur maupun tidak terstruktur dalam skala besar mengenai lulusan IKOPIN dari awal sampai sekarang yang dikelola menggunakan teknologi data modern.

Tujuannya untuk pelacakan karir, pemetaan sebaran alumni, pengembangan kurikulum, dan kolaborasi industri.

Dengan Big data Alumni kita juga bisa melakukan hubungan networking bisnis dan jaringan usaha dan finance anggota Koperasi/Alumni berbasis e - commerce.

Bravo IKA IKOPIN...

H. Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga, SE, MM.
Ketua Umum IKA IKOPIN Periode 2017-2021, S1-IKOPIN, Fakultas Manajemen Keuangan Jurusan Perbankan/1288031
ANGKATAN 1988

Ikhtiar dari Gunarno untuk mewujudkan Big Data Alumni adalah kerja mulia, karena telah lama keinginan pengurus sejak IKA IKOPIN didirikan untuk memiliki Big Data, prosesnya penuh liku. Di tangan Gunarno alumni yang memiliki kemampuan IT Insya Allah Big Data bisa diwujudkan. Diharapkan ke depan Big Data dapat memberikan gambaran tentang jumlah, sebaran dan ragam profesi alumni di penjuru negeri. Serta keberadaan Big Data bisa bermanfaat bagi kampus untuk kepentingan Tracer study.Sukses Gunarno dan selamat kepada Ketua Umum beserta jajarannya mewujudkan keberadaan Big Data ini”.

Drs. H. Thobroni Kosim
(Dewan Pembina IKA IKOPIN 2025-2029)
ANGKATAN 1987

Dan banyak alumni lainnya yang telah berbagi pengalaman...

Kolom Mbah Darmo

Pesan & Petuah
IKOPIN, Dulu, Kini dan yang Akan datang

Tulisan Pantun J. Sihombing (Pantun Angin) tentang perkembangan IKOPIN patut saya banggakan, jarang generasi papan tengah, kenapa saya menggambarkan Pantun sebagai generasi papan tengah. Untuk saat ini generasi 90 an adalah penghubung generasi angkot (angkatan kolot-versi kang Soni Sonara dan Mas Kuswanta ) dengan generasi milenial angkatan 2000 sampe 2020. Kita berharap muncul sosok pantun pantun lain yang masih memberikan perhatian terhadap IKOPIN dengan mengangkat thema tersebut sebagai diskursus untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita tentang perkembangan IKOPIN.Apa yang digambarkan Pantun berdasarkan suatu teori tentang marketing produk, yang dimulai dari introduction, growth, maturity dan decline. Pada kasus perkembangan maju mundurnya IKOPIN terutama penerimaan mahasiswanya tidak sama persis  dengan yang dijelaskan Pantun tentang perkembangan IKOPIN.Saya akan menggambarkan perkembangan IKOPIN mulai dari sejarah berdirinya IKOPIN, masa jaya IKOPIN, masa penurunan mahasiswa, masa recovery, bangkit dari keterpurukan serta IKOPIN pada masa yang akan datang.I. Sejarah Berdirinya IKOPINPernyataan Mohammad Hatta pada peringatan hari Koperasi tanggal 12 Juli tahun 1964 di Bandung, "Bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan rakyat dari belenggu kemiskinan ialah dengan memajukan koperasi".  Pernyataan Moh Hatta ini disampaikan pada  peresmian Akop 12 Juli. Pendirian Akop telah lama disampaikan pada kongres Gerakan Koperasi Indonesia (Gerkopin) pertama tahun 1947 di Tasikmalaya, dan dipertegas pada Kongres Gerkopin kedua, tahun 1953 di Bandung. Pendirian Akop 12 Juli ini adalah yang kedua karena pada tahun 1962 telah didirikan Akop Ujung Pandang oleh pengurus Gerkopin melalui surat Gubernur Sulawesi Selatan no 2116A/1962 tanggal 20 Agustus 1962 dan surat keputuaan Menteri Koperasi no 69 tahun 1962.Pada waktu itu, perguruan tinggi di Bandung belum menjamur seperti saat ini, ITB yang awalnya Technische Hoogeschool te Bandung, kemudian berubah beberapa nama sampai menjadi bagian dari UI, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam tahun 1950-1959, baru pada tahun 1959 berubah  menjadi Institut Teknologi Bandung. Kemudian  UNPAD pada tahun 1957 dan IKIP Bandung, 1963.Pendirian Akop mempunyai daya tarik tersendiri, karena secara khusus bukan hanya membahas ekonomi semata melainkan kekhususan tentang koperasi. Ini direspon positif kaum muda dan karyawan badan usaha koperasi.Kemudian pergolakan politik pasca Gerakan Seprember Tigapuluh (Gestapu) yang menyebabkan pemerintah terkonsentrasi melakukan stabilitas politik. Koperasi saat itu dipandang sebagai gadis seksi untuk dijadikan alat  perjuangan politik bagi partai politik dan kelompok tertentu. Ini berlangsung dari tahun 1966-1976, sehingga koperasi mengalami kemunduran dan krisis kepercayaan dari masyarakat. Maka imbasnya pada minat untuk menyekolahkan anakya ke Akop menjadi berkurang dan sepi peminat.Pada tahun 1977 kepercayaan masyarakat mulai pulih seiring kondisi politik yang kondusif dan perekonomian mulai bergeliat. Pada tahun 1979 kegiatan Akop berjalan relatif normal, muncul gagaaan dari Ketua Yayasan Badan Pembina Akop 12 Juli   R.H.A. Hirawan Wargahadibraya, B.Sc untuk  meningkatkan status Akademi menjadi Universitas atau Institut.Kemudian tanggal 12 Juli 1981 disepakati dari Akademi ditingkatkan menjadi Institut Koperasi Indonesia antara Bustanil Arifin selaku Menteri Muda Koperasi dengan pimpinan AKOP 12 Juli.II. Masa Jaya IKOPINUntuk memudahkan ilustrasi perkembangan masa jaya IKOPIN, saya akan menganalogikan kolam dan ikan. Ikan merupakan mahasiswa IKOPIN dan kolam adalah lapangan kerja dan kebijakan pemerintah.Masa Jaya IKOPIN ini terjadi pada periode tahun 1982-1999 dimana rektornya Prof Herman Soewardi yang menjabat dari tahun 1983-1991 dan Prof Yuyun Wirasasmita menjabat dari tahun 1991-1999.2.1. KolamBagaimana pada periode tersebut kebijakan pemerintah terhadap perkembangan koperasi ??? yang saya gambarkan sebagai kolam.Berdirinya IKOPIN di areal 30 Ha lebih dengan  kampus yang asri merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah melalui Kabulog/Menteri Muda Koperasi, dimana setiap kilogram kedelai disisihkan untuk membangun kampus ini. Begitupun kebijakan membangun seluruh KUD disetiap kecamatan sebagai lokomotif ekonomi pedesaan, KUT untuk modal para petani, dana CSR 5% dari laba BUMN untuk koperasi dan UKM, peresmian Kampus IKOPIN oleh Presiden Soeharto tahun 1984 yang memberikan dampak publikasi  begitu besar, sehingga mendorong animo orang tua untuk menyekokahkan anak-ananya  ke IKOPIN. Lalu ada program rekruitasi dan penempatan sarjana IKOPIN di dua propinsi, yaitu NTT dan Jawa Barat, yaitu Gubernur NTT H. Fernandez dan Gubernur Jawa Barat H.R. Yogi S. Memet, pada tanggal 25 Maret 1989 menerima sarjana pendamping  yang diserahkan oleh Wapres Soedharmono mewakili gerakan koperasi Indonesia untuk pengembangan KUD Mandiri di Indonesia.Kemudian banyak disusul program program pemerintah dalam penempatan alumni IKOPIN, seperti pendampingan sarjana pada pengembangan KUD Model dengan komoditas cengkeh di Kalimantan. Rekruitasi pegawai negeri yang diawali dari Fakultas Sumber Daya Manusia pada tahun 1993 untuk seluruh Kabupaten/Kota seluruh propinsi Jawa Barat. Penempatan sarjana di koperasi karyawan, gerakan koperasi, koperasi sekunder dan induk koperasi.2.2. IkanBagaiaman dengan mahasiswa IKOPIN yang saya gambarkan sebagai Ikan. Berdirinya kampus nan megah di Jatinangor dan kebijakan pemerintah yang mendukung koperasi, menjadi daya tarik tersendiri, bagi calon mahasiswa IKOPIN, kalau diasumsikan setiap periode penerimaan ada  tiga fakultas dan setiap fakultas dua jurusan pada setiap jurusan ada dua kelas dan setiap kelas rata rata jumlahnya 50 mahasiswa. Bisa kita hitung setiap tahun IKOPIN menerima paling tidak 600 mahasiswa. Jumlah ini sudah melalui proses seleksi karena banyak pula yang tidak diterima masuk IKOPIN.Kemudian adanya beasiswa bagi anak pengrajin tempe melelui KOPTI disetiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia, mempunyai multiplayer efek pada calon mahasiawa lain, untuk belajar di IKOPIN dengan pengaruh budaya  getok tularnya di daerah. Sebaran penerima beasiswa KOPTI  ini bukan hanya dari pulau Jawa melainkan dari beberapa daerah lain di Indonesia.Perkembangan koperasi yang baik memberikan harapan yang besar bagi calon mahasiswa IKOPIN dengan harapan yang beragam, ada yang ingin jadi pegawai negeri di departemen atau dinas koperasi, manajer KUD,di koperasi sekunder ataupun di tempat lain yang dia inginkan.Organisasi kedaerahan yang didirikanpun punya sumbangsih besar. Selain PERMAKOPIN (organisasi mahasiawa penerima beasiswa KOPTI) ada organisasi ke daerahan semisal Masose mahasiswa asal makasar/sulawesi, SPAMI dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, WBC Wadah Bocah Cirebon, kemudian mahasiswa asal Banten, Medan, Padang dan banyak lagi.Organisasi ke daerahan ini sangat berperan dalam proses rekruitasi mahasiswa IKOPIN, dengan adanya jaminan dari seniornya, banyak juniornya kuliah di kampus seribu tangga.III. Masa Penurunan.Pada saat resesi tahun 1999,  pimpinan IKOPIN berganti dari Porf Yuyun Wirasasmita pada Prof Tupahwana Priatna Senjaya (199-2003). Pa Entuh biasa dipanggil, adalah rektor yang mengalami ujian terberat sebagai rekror, kita bersukur beliau mau menakodai IKOPIN.Resesi menyebabkan ekonomi terpuruk, inlflasi tinggi dan daya beli masyarakat melemah. Kemudian reformasipun dimulai, termasuk dalam bidang pendidikan khususnya pendirian perguruan tinggi swasta dan dibukanya prodi fakultas ekonomi di daerah yang selama ini menjadi sumber atau kantong mahasiswa IKOPIN. Seperti wilayah priangan ada Unsil yang mulai merintis Prodi Ekonomi dan Manajemen, di Cirebon ada Unswagati, UNTAG, Akademi manajemen dan sekretaris,  UNIKU di Kuningan. Dan  banyak bermunculan perguruan tinnggi ataupun akademi di seluruh Indonesia.Orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di kampus terdekat dengan berbagai pertimbangan  salah satunya prinsip keekonomian.Pada sisi lain pertumbuhan wilayah Jatinangor menjadi -kota kampus-. Banyak investor yang mendirikan atau membeli kos kosan. Para investor membeli kos kosan tujuan utamanya adalah investasi, maka pengaruh resesi tidak serta merta menurunkan harga kos kosan, inipun menaikan biaya hidup di Jatinangor, yang menjadi pertimbangan orang tua menyekolahkan anaknya di IKOPIN.Kemudian sumbangsih oraganisasi ke daerahan yang didirikan oleh mahasiawa IKOPIN  menjadi kurang berfungsi, keluarga dan saudaranya yang selama bersemangat untuk kuliah di IKOPIN lebih memilih kuliah di daerah. Berdiirinya prodi syariah di IAIN Cirebon, Semarang, Makasar dan daerah lain makin diminati, orang tua makin realistis.Jumlah mahasiswa IKOPIN terjun bebas, IKOPIN berjuang sendiri tanpa keberpihakan dari pemerintah. Pemerintahpun sibuk dengan kebijakan pemulihan sektor ekonomi.Pimpinan IKOPIN melakukan berbagai upaya salah satunya dengan kerjasama yang disodorkan IKOPIN pada pemerintah daerah untuk penerimaan mahasiswa baru, tapi hasilnya belum mengangkat keterpurukan ini. Kemudian dijajaki pula kerjasama dengan PT. Freeport untuk rekrutasi mahasiswa asal papua yang dimulai pendampingan dosen IKOPIN yang ditempatkan di wikayah kerja PT. Freeport.Penurunan mahasiswa IKOPIN tidak sendiri, di Bandung ada UNINUS yang terlebih dahulu sesak nafas, ditambah lagi UNPAD membuka program PAAP, ini meluluhlantakan rencana penerimaan mahasiswa fakultas ekonomi perguruan tinggi lain maupun IKOPIN saat itu.IV. Masa RecoveryMelihat penurunan yang sangat besar, Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) mulai mencoba formula untuk mengatasi masalah ini. Menaikkan pendapatan dari penerimaan sulit diperoleh, maka diluncurkan program - lay off-. Program ini bertujuan memberikan postur ideal agar IKOPIN tetap eksis, maka pengeluaran yang tidak sebanding dengan penerimaan menyodorkan pensiun dini bagi dosen dan karyawan. Engkos Achmad Kuncoro yang di dapuk sebagai rektor dari tahun 2003-2006 yang menggantikan Prof Tupahwana, akan mengeksekusi program tersebut.Program tersebut pil pahit yang diterima dosen dan karyawan, tapi bagi rektor pun sangat berat hati, karena Engkos sangat mengenal dan dekat para dosen dan karyawan yang masuk program lay off tersebut.Rektor melalui wakil rektor bidang kerja sama mengajukan proposal ke pemerintah melalui DEKOPIN, berupa beasiswa bagi calon mahasiswa IKOPIN, belum sempat cair pada era Engkos, sudah digantikan oleh pejabat sementara rektor H. Dindin Burhanudin MSc. dari tahun 2006-2007.V. Bangkit dari KeterpurukanDuet maut Yuzri Suhud MAp sebagai Sekjen Dekopin dan DR. Indra Fahmi yang mewakili IKOPIN berhasil mengawal proses program beasiswa dari APBN melalui DEKOPIN, ini memberikan semangat bagi Prof Rully Indrawan yang menjabat rektor dari tahun 2007-2011. Beasiswa dari DEKOPIN bukan hanya sekali, dan menjadikan triger untuk rekruitasi mahasiswa bukan dari jalur mahasiswa. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil ada tren kenaikan jumlah mahasiswa.Pengalaman mengelola APBN melalui DEKOPIN memberikan kepercayaan pemerintah melalui lobi yang dilakukan IKOPIN berhasil menambah program beasiswa dari APBN melalui Kementrian Koperasi. Maka jumlah mahasiswa IKOPIN mulai bertambah dan kampus IKOPIN kembali bergeliat.Menjelang akhir jabatan Prof Rully IKOPIN sudah tidak menerima program beasiswa lagi dari pemerintah.Beruntunglah IKOPIN menpunyai rektor baru yang mempunyai daya jual personal tinggi DR. Ir. (HC) Burhanuddin Abdullah MA menjadi Rektor dari tahun 2011-2016 dan diperpanjang  2016-2021.Burhanuddin Abdullah mantan Menko Ekuin dan mantan Gubernur BI sangat layak jual, beberapa lembaga perbankan, jasa keuangan dan lembaga lain memberikan beasiswa atas koneksi dari Burhanuddin Abdullah. Banyaknya beasiswa dari berbagai lembaga memberikan warna pada kampus IKOPIN dan penerimaan mahasiswa dari jalur umum.Pada penghujung kepemimpinan Burhanudin Abdullah Indonesia dilanda pandemi, ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan imbasnya adalah program beasiswa maupun mahasiswa dari jalur umum.VI. IKOPIN pada masa mendatang.Paling tidak tiga yang mempengaruhi IKOPIN pada masa mendatang,Pertama keberpihakan pemerintah, kondisi internal IKOPIN dan kekuatan alumni dengan IKA nya.6.1. Keperpihakan Perintah.Pemerintah akan terkosentrasi menangani pandemi entah sampe kapan akan berakhir, dan membutuhkan dana untuk pemulihan ekonomi dalam jangka panjang, maka menjadikan IKOPIN sebagai perguruan tinggi negeri menjadi tidak seksi.Pada sisi lain sumbangsih koperasi pada PDP masih  jauh di bawah swasta dan BUMN. Pemerintah akan realistis menggenjot sektor dengan sumbangsih tinggi pada pertumbuhan ekonomi. Berharap keajaiban saja apabila koperasi dan IKOPIN mendapatkan perhatian sama pada masa awal kampus ini berdiri. Dan kondisi saat ini yang makin sulit bagi koperasi harusnya perhatiannya jauh melebihi saat Orde Baru.6.2. Internal IKOPINKondisi internal IKOPIN dimana overhead cost makin tinggi seperti biaya perawatan gedung, mobil, peralatan kantor, pajak dan gaji, sedangkan penerimaan masih kejar tayang menutup pengeluaran.Dosen IKOPIN yang akan memasuki masa pensiun sudah harus ada proses regenerasi, pergantian dosen bukan hanya persoalan biaya melainkan masalah ruh dan pengalaman mengajar dalam bidang koperasi.Kemudian Rektor IKOPIN akan habis pada bulan September ini, apakah pa Burhan akan melanjutkan menjadi periode ketiga ???Sementara ini ketokohan dan magnet pa Burhan belum ada tokoh lain yang setara dan berminat jadi Rektor IKOPIN.6.3. Peran IKA dan alumni.Pada saat pemerintah kendor perhatiannya pada koperasi dan IKOPIN kemudian kampus perlu perhatian dari alumni, lalu apa peran yang diharapkan untuk membantu agar IKOPIN bangkit kembali.Pertama membantu rekrutasi mahasiswa IKOPIN melalui DPD yang sudah terbentuk, bisa dengan pemberian beasiswa ataupun jalur umum. Kalau DPD bergerak maka dan di support DPP paling tidak ada sumbangaih buat penerimaan mahasiswa baru dari IKOPIN.Kedua membantu biaya operaaional dan dana abadi IKOPIN. Jumlah alumni sudah di atas 13 ribu, maka apabila 5.000 alumni dapam tiap bulan menyisihkan donasi sebesar rp  10.000,- maka akan terkumpul dalam tiap bulan rp. 50 juta. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan tapi dalam jangka panjang bisa membantu keberadaan kampus kita tercinta.Kita semua bermimpi alumni jaya dan IKOPIN bangkit.Cirebon, 16 Agustus 2021.Sambil nunggu antrian dokter di RS Mitra Plumbon.

Baca Selengkapnya
Pesan & Petuah
Selayang Pandang tentang IKA IKOPIN

Sebagai alumni perguruan tinggi koperasi, Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) memiliki akar sejarah yang panjang dengan misi mulia: mengembangkan ekonomi akar rumput melalui koperasi.Pada masanya, koperasi pernah berada di puncak kejayaan. Di setiap kecamatan berdiri KUD sebagai lokomotif ekonomi pedesaan. Induk-induk koperasi pun berkembang dengan usaha korporasinya, seperti INKUD dengan komoditas cengkeh dan INKOPTI dengan kedelai. Saat itu, kebijakan pemerintah sangat berpihak dan menempatkan koperasi sebagai pelaku utama ekonomi.Namun, seiring waktu, koperasi menghadapi berbagai tantangan: persoalan manajemen, praktik korupsi, kalah bersaing, hingga ketertinggalan dalam teknologi. Dampaknya, citra koperasi pun mengalami penurunan.Berdirinya IKOPIN pada tahun 1982 menjadi berkah tersendiri—dibangun dari semangat gotong royong koperasi yang menyisihkan setiap kilogram kedelai.Dari kampus yang dikenal sebagai “kampus kedelai seribu tangga” ini, telah lahir banyak alumni dengan beragam profesi: aktivis koperasi, profesional di perusahaan swasta, ASN, TNI, dosen, guru, hingga berbagai profesi lainnya.Lalu, bagaimana peran organisasi alumni—IKA IKOPIN—dalam memberikan manfaat bagi anggotanya? Berikut gambaran berdasarkan pengalaman penulis sebagai bagian dari kepengurusan.I. Sejarah Berdirinya IKA IKOPINMahasiswa angkatan pertama IKOPIN tahun 1982 mulai lulus sekitar tahun 1986 sebagai Sarjana Koperasi, meskipun saat itu belum ada ujian negara. Muncul istilah Sarjana Koperasi Lokal yang kemudian diplesetkan menjadi “SARKOPLOK”.Dorongan untuk membentuk organisasi alumni pun menguat. Tokoh-tokoh angkatan 1982 seperti Dandan Irawan, Trida Gunadi, dan Rosti Setiawati menggagas musyawarah alumni.Pada tanggal 11 Januari 1987, diselenggarakan Musyawarah Alumni pertama yang menghasilkan:Pembentukan organisasi alumniPemilihan kepengurusanDalam forum tersebut juga terjadi perdebatan mengenai nama:Ikatan Alumniatau Ikatan Keluarga AlumniAkhirnya disepakati nama Ikatan Keluarga Alumni (IKA IKOPIN).II. Kepengurusan IKA IKOPINSejak berdiri hingga tahun 2025, IKA IKOPIN telah melalui 13 periode kepengurusan:Periode I (1987–1989) – Dandan Irawan (1982)Periode II (1989–1991) – Dandan Irawan (1982)Periode III (1991–1992) – Kepemimpinan kolektifPeriode IV (1992–1994) – Dandan Irawan (1982)Periode V (1994–1996) – M. Tarikh (1983)Periode VI (1996–1998) – Yuzri Suhud (1987)Periode VII (1998–2000) – M. Yazid (1983)Periode VIII (2000–2002) – Kostra B. (1985)Periode IX (2004–2006) – Wawan H. (1982)Periode X (2007–2011) – Bambang Hermanto (1988)Periode XI (2013–2017) – Firman Ubaidillah (1995)Periode XII (2017–2021) – Adri Istambul Lingga Gayo (1988)Periode XIII (2021–2025) – Entis Sutisna (1990)Catatan penting:Tahun 1990, Dandan Irawan melanjutkan studi S2 ke Belgia sehingga kepemimpinan bersifat kolektif (Trida Gunadi & Rosti S.) hingga 1992.Periode awal (I–IX) berdurasi 2 tahun, kemudian sejak Periode X berubah menjadi 4 tahun.Beberapa periode mengalami keterlambatan musyawarah alumni.III. Anggaran DasarAnggaran Dasar (AD/ART) disahkan pada 11 Januari 1987 dan mengalami beberapa perubahan:2007 (era Bambang Hermanto):Perluasan keanggotaan (Diploma & S2)Pengaturan struktur wilayah & daerahPembentukan dewan (Pembina, Penasehat, Dewan Pakar)Perubahan masa jabatan menjadi 4 tahunPeriode Adri Istambul:Amandemen lanjutan (masih berproses pada ART)IV. Sekretariat dan BasecampLokasi sekretariat mengalami beberapa perpindahan:Awal: Kampus IKOPINJakarta: Flat Megaria MentengCipinang (Jaktim): Basecamp pencari kerjaLAPENKOP BandungKampus IKOPIN (kembali)Bidakara Jakarta SelatanDepok & Kampus IKOPINEra Adri Istambul: Kampus IKOPIN & Hotel Sultan JakartaKepala Sekretariat:Apri Siswanto (Periode Bambang Hermanto)Abdul Rozak (Periode Firman & Adri)V. Direktur EksekutifUntuk profesionalisasi organisasi, dibentuk posisi Direktur Eksekutif:Briganda Simarmata (era M. Tarikh)Girang Kantiwa (era Bambang Hermanto)VI. Media KomunikasiSebelum era digital, komunikasi dilakukan melalui:NewsletterGONG (era Dandan Irawan)HATTA (era Bambang Hermanto, oplah ±2000)Dikelola oleh Husni RasyadMajalahMutual (hanya terbit 1 edisi, oplah 5000)Era DigitalWebsite mulai dibuat di akhir periode BambangMedia sosial berkembang pesat di era Firman UbaidillahVII. Kegiatan dan Usaha7.1 Reuni AlumniReuni pertama: GSG IKOPINReuni luar Jatinangor: PKBI Blok M (1995)Reuni akbar terbesar: era Firman Ubaidillah7.2 Database AlumniDimulai sejak era Dandan (MS-DOS, 1000 data)Berlanjut hingga kini, namun belum optimal dalam pemetaan potensi7.3 Rekrutmen AlumniPenempatan lulusan di berbagai koperasi:Koperasi JamsostekKoperasi AstraKoperasi Hotel IndonesiaKopkar ANTV, dll7.4 Kegiatan NasionalSeminar nasional (2008) bersama Ketua BPKDiskusi panel era Adri Istambul (tokoh nasional & ekonom)7.5 Rekrutmen MahasiswaSosialisasi di BekasiProgram beasiswa (era Firman)7.6 Kegiatan SosialBantuan untuk karyawan IKOPIN & masyarakatKegiatan ditutup dengan gowes bersama7.7 Kegiatan BisnisBeberapa inisiatif:Konsultasi pendirian koperasiPenyusunan laporan keuanganDigitalisasi koperasiPerdagangan umumPendirian koperasi & PTJasa konsultasi7.8 Dana AbadiSudah lama direncanakanBelum terealisasiPendanaan masih berbasis gotong royongPenutupIKA IKOPIN merupakan wadah strategis yang memiliki potensi besar dalam:memperkuat jaringan alumni,mendorong sinergi ekonomi,serta menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman, IKA IKOPIN dapat menjadi kekuatan kolektif yang berdampak nyata bagi anggotanya dan masyarakat luas.Catatan Penulis:Penulis pernah menjabat sebagai pengurus pada Periode IV, V, VI, VII, dan X; Dewan Pembina pada Periode XI; serta Dewan Kehormatan pada Periode XII.

Baca Selengkapnya

Opini Alumni

Belum ada opini dari alumni.

Tanya Jawab (FAQ)

Bapak/Ibu bisa masuk ke menu **Agenda**, pilih acara yang diinginkan, lalu klik tombol **Detail & Daftar**. Isi formulir dengan data yang valid, dan sistem akan mencatat pendaftaran Anda.

Tentu. Silakan hubungi admin melalui nomor WhatsApp yang tertera di halaman detail acara untuk konfirmasi pembatalan agar kuota bisa diberikan kepada alumni lain.

Pilih menu **Donasi**, tentukan program donasi yang ingin didukung, masukkan nominal, dan lakukan transfer ke rekening resmi IKA Ikopin. Setelah itu, mohon lakukan **Konfirmasi Donasi** dengan mengunggah bukti transfer.

Proses verifikasi dilakukan secara manual oleh bendahara untuk memastikan validitas dana. Biasanya memakan waktu 1x24 jam. Setelah diverifikasi, nama Anda akan muncul di daftar donatur program tersebut.