Sebagai alumni perguruan tinggi koperasi, Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) memiliki akar sejarah yang panjang dengan misi mulia: mengembangkan ekonomi akar rumput melalui koperasi.
Pada masanya, koperasi pernah berada di puncak kejayaan. Di setiap kecamatan berdiri KUD sebagai lokomotif ekonomi pedesaan. Induk-induk koperasi pun berkembang dengan usaha korporasinya, seperti INKUD dengan komoditas cengkeh dan INKOPTI dengan kedelai. Saat itu, kebijakan pemerintah sangat berpihak dan menempatkan koperasi sebagai pelaku utama ekonomi.
Namun, seiring waktu, koperasi menghadapi berbagai tantangan: persoalan manajemen, praktik korupsi, kalah bersaing, hingga ketertinggalan dalam teknologi. Dampaknya, citra koperasi pun mengalami penurunan.
Berdirinya IKOPIN pada tahun 1982 menjadi berkah tersendiri—dibangun dari semangat gotong royong koperasi yang menyisihkan setiap kilogram kedelai.
Dari kampus yang dikenal sebagai “kampus kedelai seribu tangga” ini, telah lahir banyak alumni dengan beragam profesi: aktivis koperasi, profesional di perusahaan swasta, ASN, TNI, dosen, guru, hingga berbagai profesi lainnya.
Lalu, bagaimana peran organisasi alumni—IKA IKOPIN—dalam memberikan manfaat bagi anggotanya? Berikut gambaran berdasarkan pengalaman penulis sebagai bagian dari kepengurusan.
I. Sejarah Berdirinya IKA IKOPIN
Mahasiswa angkatan pertama IKOPIN tahun 1982 mulai lulus sekitar tahun 1986 sebagai Sarjana Koperasi, meskipun saat itu belum ada ujian negara. Muncul istilah Sarjana Koperasi Lokal yang kemudian diplesetkan menjadi “SARKOPLOK”.
Dorongan untuk membentuk organisasi alumni pun menguat. Tokoh-tokoh angkatan 1982 seperti Dandan Irawan, Trida Gunadi, dan Rosti Setiawati menggagas musyawarah alumni.
Pada tanggal 11 Januari 1987, diselenggarakan Musyawarah Alumni pertama yang menghasilkan:
- Pembentukan organisasi alumni
- Pemilihan kepengurusan
Dalam forum tersebut juga terjadi perdebatan mengenai nama:
- Ikatan Alumni
- atau Ikatan Keluarga Alumni
Akhirnya disepakati nama Ikatan Keluarga Alumni (IKA IKOPIN).
II. Kepengurusan IKA IKOPIN
Sejak berdiri hingga tahun 2025, IKA IKOPIN telah melalui 13 periode kepengurusan:
- Periode I (1987–1989) – Dandan Irawan (1982)
- Periode II (1989–1991) – Dandan Irawan (1982)
- Periode III (1991–1992) – Kepemimpinan kolektif
- Periode IV (1992–1994) – Dandan Irawan (1982)
- Periode V (1994–1996) – M. Tarikh (1983)
- Periode VI (1996–1998) – Yuzri Suhud (1987)
- Periode VII (1998–2000) – M. Yazid (1983)
- Periode VIII (2000–2002) – Kostra B. (1985)
- Periode IX (2004–2006) – Wawan H. (1982)
- Periode X (2007–2011) – Bambang Hermanto (1988)
- Periode XI (2013–2017) – Firman Ubaidillah (1995)
- Periode XII (2017–2021) – Adri Istambul Lingga Gayo (1988)
- Periode XIII (2021–2025) – Entis Sutisna (1990)
Catatan penting:
- Tahun 1990, Dandan Irawan melanjutkan studi S2 ke Belgia sehingga kepemimpinan bersifat kolektif (Trida Gunadi & Rosti S.) hingga 1992.
- Periode awal (I–IX) berdurasi 2 tahun, kemudian sejak Periode X berubah menjadi 4 tahun.
- Beberapa periode mengalami keterlambatan musyawarah alumni.
III. Anggaran Dasar
Anggaran Dasar (AD/ART) disahkan pada 11 Januari 1987 dan mengalami beberapa perubahan:
- 2007 (era Bambang Hermanto):
- Perluasan keanggotaan (Diploma & S2)
- Pengaturan struktur wilayah & daerah
- Pembentukan dewan (Pembina, Penasehat, Dewan Pakar)
- Perubahan masa jabatan menjadi 4 tahun
- Periode Adri Istambul:
- Amandemen lanjutan (masih berproses pada ART)
IV. Sekretariat dan Basecamp
Lokasi sekretariat mengalami beberapa perpindahan:
- Awal: Kampus IKOPIN
- Jakarta: Flat Megaria Menteng
- Cipinang (Jaktim): Basecamp pencari kerja
- LAPENKOP Bandung
- Kampus IKOPIN (kembali)
- Bidakara Jakarta Selatan
- Depok & Kampus IKOPIN
- Era Adri Istambul: Kampus IKOPIN & Hotel Sultan Jakarta
Kepala Sekretariat:
- Apri Siswanto (Periode Bambang Hermanto)
- Abdul Rozak (Periode Firman & Adri)
V. Direktur Eksekutif
Untuk profesionalisasi organisasi, dibentuk posisi Direktur Eksekutif:
- Briganda Simarmata (era M. Tarikh)
- Girang Kantiwa (era Bambang Hermanto)
VI. Media Komunikasi
Sebelum era digital, komunikasi dilakukan melalui:
Newsletter
- GONG (era Dandan Irawan)
- HATTA (era Bambang Hermanto, oplah ±2000)
- Dikelola oleh Husni Rasyad
Majalah
- Mutual (hanya terbit 1 edisi, oplah 5000)
Era Digital
- Website mulai dibuat di akhir periode Bambang
- Media sosial berkembang pesat di era Firman Ubaidillah
VII. Kegiatan dan Usaha
7.1 Reuni Alumni
- Reuni pertama: GSG IKOPIN
- Reuni luar Jatinangor: PKBI Blok M (1995)
- Reuni akbar terbesar: era Firman Ubaidillah
7.2 Database Alumni
- Dimulai sejak era Dandan (MS-DOS, 1000 data)
- Berlanjut hingga kini, namun belum optimal dalam pemetaan potensi
7.3 Rekrutmen Alumni
Penempatan lulusan di berbagai koperasi:
- Koperasi Jamsostek
- Koperasi Astra
- Koperasi Hotel Indonesia
- Kopkar ANTV, dll
7.4 Kegiatan Nasional
- Seminar nasional (2008) bersama Ketua BPK
- Diskusi panel era Adri Istambul (tokoh nasional & ekonom)
7.5 Rekrutmen Mahasiswa
- Sosialisasi di Bekasi
- Program beasiswa (era Firman)
7.6 Kegiatan Sosial
- Bantuan untuk karyawan IKOPIN & masyarakat
- Kegiatan ditutup dengan gowes bersama
7.7 Kegiatan Bisnis
Beberapa inisiatif:
- Konsultasi pendirian koperasi
- Penyusunan laporan keuangan
- Digitalisasi koperasi
- Perdagangan umum
- Pendirian koperasi & PT
- Jasa konsultasi
7.8 Dana Abadi
- Sudah lama direncanakan
- Belum terealisasi
- Pendanaan masih berbasis gotong royong
Penutup
IKA IKOPIN merupakan wadah strategis yang memiliki potensi besar dalam:
- memperkuat jaringan alumni,
- mendorong sinergi ekonomi,
- serta menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman, IKA IKOPIN dapat menjadi kekuatan kolektif yang berdampak nyata bagi anggotanya dan masyarakat luas.
Catatan Penulis:
Penulis pernah menjabat sebagai pengurus pada Periode IV, V, VI, VII, dan X; Dewan Pembina pada Periode XI; serta Dewan Kehormatan pada Periode XII.